Translate this page from Indonesian to .......

English French German Spain Italian Dutch Japanese Korean Chinese Simplified

Widget edited by Computer Trend
Adeline Adinoto
Rokok Putih dan Rokok Kretek
Reviewed by : Adeline Adinoto
Apa perbedaan antara rokok putih dan rokok kretek ? Setahu saya rokok putih itu jenis rokok yang murni dari tembakau tanpa bahan tambahan lain (contoh : Marlboro), sedangkan pada rokok kretek, selain tembakau dicampurkan juga cengkeh (contoh : rokok-rokok keluaran PT Djarum seperi Djarum Black dan Djarum Black Slimz). Kebanyakan perokok memilih salah satu dari kedua jenis tersebut. Jarang yang menghisap kedua-duanya, tetapi ada juga yang bisa menikmati keduanya, walaupun secara persentase sangat kecil.

Berdasarkan hasil riset, ternyata dari segi pangsa pasarnya, kedua rokok ini pun memiliki perbedaan yang mencolok antara lain :
  • Di Indonesia, rokok kretek lebih populer. Perbandingannya, sebanyak 94 persen merokok kretek dan hanya 11 persen yang memilih rokok putih. Perokok putih dalam jumlah paling tinggi ada di Medan dan Denpasar. Meski di kedua kota itu, tetap rokok kretek mencapai persentase lebih besar. Cuma dibandingkan dengan kota-kota lain yang jumlahnya minim, kedua kota tersebut merupakan tertinggi.
  • Dalam hal konsumsi per hari, perokok putih lebih tinggi dibandingkan perokok kretek. Rata-rata perokok putih menghabiskan 20 batang per hari, sedangkan perokok kretek dalam sehari mengisap sebungkus rokok saja sekitar 12 batang.
  • Dari kelas sosialnya, perokok kretek umumnya kelas menengah sedangkan perokok putih dari golongan menengah ke atas. Dari usia dan kelas sosial pun akhirnya mengarahkan ada perbedaan gaya hidup antara kedua perokok ini.
  • Sesuai dengan merek asalnya, konsumen rokok putih ternyata lebih western minded sedangkan perokok kretek lebih tradisional. Yang dimaksud dengan tradisional, mereka masih mempertimbangkan soal harga, tidak melihat merek. Artinya masih senang pada barang yang murah.
  • Para perokok putih yang kebanyakan kelompok menengah ke atas mempunyai kesempatan untuk menonton film di bioskop lebih besar (36 persen) dibandingkan perokok kretek (15 persen). Terjadi perbedaan mencolok pada penggunaan internet, perokok putih mencapai 28 persen sedangkan perokok kretek cuma enam persen. Jelas, ini memang menyangkut kelas sosial tersebut.
  • Media juga menjadi tolok ukur dalam gaya hidup para perokok. Terlihat sekali perokok putih mencatat persentase lebih besar pada kegiatan membaca harian (57 persen) dibandingkan perokok kretek (32 persen).

Begitulah secara garis besar perbedaan kelas antara perokok putih dan kretek. Mau beralih ke rokok putih agar lebih terlihat gaya?

Labels: | edit post
1 Response
  1. Anonim Says:

    apa kah yg paling berbahaya?rokok putih atau rokok kretek?