Translate this page from Indonesian to .......

English French German Spain Italian Dutch Japanese Korean Chinese Simplified

Widget edited by Computer Trend
Adeline Adinoto
Earth Hour
Reviewed by : Adeline Adinoto
Kemarin pada tanggal 28 Maret 2009 pada jam 20.30 malam diadakan sebuah event yang dinamakan "Earth Hour". Earth Hour adalah acara tahunan yang diadakan oleh WWF. Acara ini diselenggarakan setiap Sabtu terakhir di bulan Maret, dimana rumah-rumah dan perkantoran diminta untuk memadamkan lampu yang tidak diperlukan dan peralatan-peralatan listrik lain. Pemadaman ini berlangsung selama satu jam guna memunculkan kesadaran atas tindakan menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global. Acara ini dirintis oleh WWF Australia bersama Sydney Morning Herald pada tahun 2007, kemudian memperoleh partisipasi dunia tahun 2008.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh sebuah lembaga lokal di Australia, konsumsi listrik saluran utama untuk acara 2007 di Sydney lebih rendah 2% selama Earth Hour daripada yang diperkirakan, ini kira-kira sama dengan menyingkirkan 48.000an mobil dari jalan raya selama satu jam. Ini dapat dikatakan sebagai pemotongan yang sangat sedikit. Sama dengan menyingkirkan 6 buah mobil dari jalan raya selama setahun. Menanggapi kritik ini, penyelenggara Earth Hour menegaskan bahwa tujuan utama Earth Hour adalah memunculkan kesadaran terhadap masalah perubahan iklim dan pemanasan global dan juga mengkspresikan bahwa aksi setiap orang dalam skala besar dapat membantu mengubah planet kita menjadi lebih baik. Jadi yang terpenting bukanlah angka-angka berapa besar pengurangan energi yang dihasilkan.

Di Indonesia sendiri, Earth Hour tampaknya belum diperhatikan secara luas. Pada tanggal 28 Maret kemarin, kebetulan saya berada di jalan raya pada saat Earth Hour berlangsung. Tidak tampak adanya pemadaman listrik di gedung-gedung maupun rumah-rumah. Jalanan di kota Bandung pun tetap gelap seperti biasa (memang biasa juga lampunya gak nyala kok....) Seperti yang disebutkan oleh panitia penyelenggara Earth Hour, yang terpenting adalah menimbulkan kesadaran akan pentingnya perubahan demi menyelamatkan bumi kita tercinta ini. Selain program Earth Hour ini, banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan baik oleh pribadi, pemerintah, maupun pihak swasta. Jika ada keinginan untuk menyelamatkan bumi ini, seharusnya dibentuk komunitas bersepeda misalnya. Mengapa tidak? Bukankah akhir-akhir ini ada juga fenomena bike for work. Dengan pergi ke kantor sambil bersepeda, selain menghemat bensin kita juga bisa sekalian berolahraga. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, demikianlah kata peribahasa. Tetapi, bagaimanapun juga, yang terpenting adalah partisipasi kita, yaitu tindakan nyata dari diri kita masing-masing. Pikirkan perubahan apa yang bisa kita lakukan setiap hari. Sebuah perubahan kecil pun bisa menyelamatkan jika dilakukan secara rutin. Misalnya saja selalu ingat menutup keran air, memakai kertas seperlunya, mengurangi pemakaian kantong plastik, dan sebagainya. Jangan lagi menunda-nunda, bumi kita perlu diselamatkan. Save Our Earth Right Here, Right Now.


Labels: | edit post
1 Response
  1. Anonim Says:

    Traditionally, Ugg Boots rugby boots were of a high cut Uggs above the ankle to provide additional Cheap Ugg Boots ankle support. This was seen as appropriate Ugg Boots UK given the nature of the game,UGG Australia particularly the stresses of forward play, Ugg Boots Sale and the amount of physical contact involved and to provide protection against knocks